 |
| Startegy |
Membongkar Rahasia Punya Income Puluhan Juta Rupiah Hingga Tak Terbatas Setiap Bulannya,
SEJAK TAHUN PERTAMA
Apa itu agen asuransi hebat ? Apakah yang punya income besar ? itu sudah
pasti. Menjadiagen asuransi bukan hanya menjanjikan, tetapi sudah
terbukti memberikan penghasilan besar kepada pelakunya. Tapi, untuk
disebut hebat, memenuhi kategori berpenghasilan besa saja tidak cukup.
Kita juga perlu menjadi konsultan profesional yang mampu melayani dengan
hati dan memberikan yang terbaik kepada nasabah. Nah, apakah hal itu
bisa dicapai dengan cepat? Bisa, kalau kita tahu caranya. Dan, yang tak
kalah penting, dengan menjadi konsultan profesional, kesuksesan kita
bisa berkelanjutan.
JURUS #1 PERSIAPKAN DAN FOKUSKAN DIRI ANDA
Di jurus awal ini, harus langsung saya katakan dengan terus terang :
saya tidak ingin membuai atau meninabobokan Anda. Ada dua hal kritis
yang perlu Anda perhatikan begitu memasuki bisnis asuransi. Siap?
Pertama. kesuksesan bukanlah kebetulan. Betapapun indahnya dan
diinginkan oeh setiap orang, hal itu tidak bisa "bim salabim"terjadi
begitu saja. ini berlaku di bidang apapun, tidak terkecuali di bisnis
asuransi.
Income puluhan juta rupiah atau lebih memang bisa diperoleh sejak
bulan-bulan di tahun pertama Anda menjalankan bisnis ini. Namun, itu
berarti, Anda harus fokus melakukanpersiapan dan upaya tindak lanjut
secara konsisten mulai dari hari pertama. Kita tidak bisa hanya
ongkang-ongkang kaki dan berharap income yang setara dengan gaji
rata-rata pegawai yang telah bekerja belasan atau puluhan tahun itu
menghampiri kita dengan sendirinya.
Kedua, di dunia ini, tidak ada seorang pun yang senang didatangi oleh penjual,Pelaku
Profesi ini, termasuk agen asuransi, sejak semula terlanjur dianggap
oleh khalayak umum sebagai pemburu keuntungan atau komisi belaka. Sudah
begitu, karena sikap dan skill yang kurang memadai, sebagaian dari
mereka terlihat seperti mengejar-ngejar prosfek. Padahal, di dunia ini, siapa pun pada dasarnya tidak suka berpisah dengan uangnya, apalagi kalau sampai merasa dipaksa untuk melepaskannya.
Jangan panik dengan fakta tersebut. Justru karena ada tantangan itulah, Anda pantas dibayar mahal. Kalau tidak ada tantangan seperti itu, perusahaan asuransi dimana Anda bergabung tentu cukup mempekerja kan pengantar dokumen atau kurir yang bayarannya jauh lebih murah.
Masalahnya, tinggal kita sendiri sebagai agen asuransi mau membangun
sikap dan citra diri yang sama sekali berbeda atau tidak, Semata-mata
membantah persepsi negatif khalayaknya tersebut tidak akan memberikan
hasil apa-apa kecuali malah memperkuatnya. Yang perlu kita lakukan
justru adalah mempersiapkan diri dan fokus menjadi konsultan profesional
yang mampu melayani dengan hati dan memberikan manfaat terbaik kepada
nasabah.
Nah, dari dua hal kritis di atas, jelas bahwa motovasi saja tidak cukup untuk menjadi agen asuransi sukses. impian
dan semangat yang kuat memang dibutuhkan. Namun, kalau tidak membangu
sikap, citra diri, pengetahuan, dan skill yang memadai, Anda tentu bakal
kedodoran ditengah jalan. Dengan kata lain, Anda harus bermimpi besar, tapi juga perlu realistisdengan mulai dan terus melakukan langkah-langkah konkret.
Sekarang mari kita lihat apa saja yang harus Anda persiapkan dan
jadikan fokus ketika akan memulai bisnis asuransi. Kalupun Anda saat
ini sudah menjadi agen asuransi, cek lagi apakah langkah-langkah dasar
dalam jurus #1 berikut ini sudah menjadi kebiasaanAnda.
Langkah #1
SEGERA LENGKAPI DIRI DENGAN
PENGETAHUAN DAN SKILL YANG DIBUTUHKAN
Untuk itu, ikuti semua pelatihan dan seminar yang diadakan oleh
perusahaan atau kantor agensi dimana Anda bergabung, baik itu yang
berkaitan dengan product knowledge. pengembangan diri, maupun peningkatan skill. Masukkan
jadwalnya dalam agenda Anda dan jangan pernah melewatkan satupun.
Mereka mengadakan semua itu bukan tanpa alasan. Dan, berdasarkan
pengalaman panjang mereka, mereka tentu merancangnya sebagai bagian dari
sistim sukses yang telah teruji untuk menunjang kebutuhan Anda. Ingat, mereka juga berkepentingan terhadap kesuksesan Anda, maka manfaatkan semua itu sebaik-baiknya. Lagipula,
dengan begitu, Anda bisa lebih menghemat waktu daripada harus
repot-repot menyusun pengetahuan atau cara sendiri yangbelum tentu
teruji. it's smart way.
Kalau saatini baru memulai, Anda memang wajib mengikuti ujian
sertifikasi AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia) dan sebelumnya perlu
mengikuti pelatihan tingkat dasar. Namun, kalau menyikapinya hanya
sebagai pemenuhan syarat formal, Anda sendiri yangbakal rugi. Bagaimana
pun pengetahuan dan skil yang diajarkan di pelatihan tersebut sangat
penting dan akan berguna di sepanjang karier Anda. Dan, yang terpenting
dari fase periapan ini adalah Anda benar-benar menguntungkan nasabah sesuai dengan profil dan kebutuhannya. Dengan
begitu, Anda bisa memberikan informasi yang lengkap dan berbobotkepada
calon nasabah Anda. Maka, catat selengkap mungkin, pelajari betul-betul,
dan segera kuasai apa yang Anda dapatkan dari seminar atau pelatihan
itu hingga mendetail. Aktifkan bertanya baik kepada pengajar di kelas
maupun kepada leader Anda, dan kalau perlu, dalami lagi sendiri
di rumah. Yakinlah, semua ini akan menambah kepercayaan diri Anda, bukan
hanya untuk menghadapi ujian, tetapi juga untuk menjalankan bisnis ini,
Dan, perlu Anda catat, prospek akan lebih respek kepada konsultan bersertifikat yang profesional daripada sekadar agen asuransi yang bersertifikat.
Anda yang sudah menjadi agen asuransi pun jangan pernah
meremehkan seminar atau pelatihan yang diadakan. Sebab, profesionalisme
yang menjadi salah satu pilar pembentuk reputasi Anda mengandaikan
tradisi belajar yang tiada henti. Begitu kita berhenti belajar, itu
berarti kita berhenti berkembang dan berinovasi. Padahal, dunia di dalam
dan di luar asuransi terus berkembang dan menghadapi tantangan baru.
Maka,pilihan kita hanyalah learn and innovate, or die!
Langkah #2
TETAPKAN TARGET HASIL DAN TARGET KERJA ANDA
Menjadi Agen Asuransi yang profesional berarti menjadi seorang entrepreneur.Maka langkah #2 ini wajib Anda lakukan! Anda tahu, para entrepreneur menentukan
sendiri target hasil dan target kerja yang ingin mereka raih. Bukan
mengejar atau ditentukan oleh terget yang orang lain. Mereka adalah
bosnya! Begitu pula Anda. Anda memang boleh saja bekerja seenaknya, Tida
ada seorangpun yang berhak memarahi Anda. Semua terserah Anda. Tapi,
kalau tidak menetapkan target, ya Anda tidak bakal mendapatkan hasil
yangberarti atau malah tidak sama sekali.
Untuk target hasil, sudah jelas Anda harus menentukan apa dan berapa
yang ingin Anda raih. Untuk itu sebagaimana selama ini saya lakukan, ada
satu challenge yang bisa Anda jadikan patokan untuk tembus, yaitu mejadi member MDRT (million Dollar Round Table). Di asosiasi independen tingkat dunia inilah, Anda akan bergabung bersama 1 persen praktisi terbaik di bidang asuransi jiwa dan jasa keuangan.
Syaratnya, untuk menjadi member MDRT pada 2011 misalnya, Anda harus (1)
membukukan produksi premi minimal Rp 519.260.400 juta atau (2) meraih
penghasilan komisi minimal sekitar Rp 259.630.200 juta, disepanjang
tahun 2010. Nah, kalau syarat ini berhasil Anda penuhi, itu berarti Anda
tidak hanya mendapatkan penghasilan besar, tetapi juga penghargaan
paling bergengsi di dunia asuransi. Kalau Anda konsisten menjadi member
MDRT setiap tahun, apalagi kalau bisa meraih peringkat yang lebih tinggi
(Court of the Table atau Top of the Table), Anda tentu akan punya
"nilai jual" yang tinggi dan akan semakin terbantu dalam mendapatkan
kepercayaan dari calon nasabah. Dan bayangkan betapa besarnya bisnis
Anda kalau Anda juga bisa membagikan dan menduplikasikan kesuksesan Anda
ini kepada orang lain di grup Anda (soal ini akan kita bahas lebih
lanjut di Jurus #12)
Nah, agar efektif dalam meraihhail seperti itu, tentukan kapan persisnya
Anda mencapai target tersebut. Dan, yang lebih penting lagi, Anda tentu
juga harus punya target kerja. Ambil agenda Anda dan penuhi setiap jam
di luar waktu istirahat, waktu ibadah, dan waktu bersama keluarga,
dengan aktivitas yang mendukung pencapaian hasil bisnis Anda.
Aktivitas yang menjadi tulang punggung di bisnis asuransi adalah
presentasi (dan tentu beserta
follow up-nya). Maka,
aktivitas ini harus mendapatkan porsi terbesar dari seluruh jam kerja
Anda setiap minggu. Tentukan pada pukul berapa saja Anda akan melakukan
presentasi. Karena setiap presentasi membutuhkan waktu sekitar 2 jam,
itu berarti Anda setidaknya bisa melakukan 3 sampai 4 kali setiap hari.
Kata kunci untuk sukses melakukan aktivitas ini adalah
konsistensi dan melakukannya dengan sikap yang benar alias profesional. Karena
itu, bagi Anda yang baru memulai, sangatlah penting mengikuti kelas
presentasi dan melakukan role play bersama leader Anda untuk menemani
dan memberikan contoh langsung dalam beberapa sesipresentasi, terutama
untuk belajar menghadapi calon nasabah yang levelnya di atas dan
berpotensi menjadi big case Anda.
Lalu, bagaimana agar target jumlah preentasi bisa terpenuhi? Anda tentu harus
punya dan menambah bank nama prospek yang akan Anda beri presentasi (soal ini akan dibahas lanjut di Langkah #3 di bawah), dan kemudian
menghubungi mereka untuk membuat janji bertemu. Lagi-lagi,
masukkan dua aktivitas ini dalam agenda kerja Anda sehari-hari. Tidak
dibutuhkan waktu lamauntuk melakukannya dan Anda cukup menggunakan waktu
senggang Anda (misalnya di sela-sela waktu Anda setelah makan siang,
saat menunggu di tempat pencucian mobil, dan masih banyak lagi). untuk
itu, Anda yang baru memulai perlu mengikuti kelas yang secara khusus
membahas hal ini dan melakukan
role play dengan
leader Anda dalam menelepon prospek Anda untuk membuat janji bertemu.
Akhirnya dalam soal target hasil dan target kerja ini, yang penting adalah bahwa Anda memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Waktu adalah"sahabat"dan modal yang sangat berharga dalam bisnis ini. Namun,
kalu menyia-nyiakannya, Anda jelas tidak bisa memintanya kembali dan
harus relamelepaskannya, Anda jelas tidak bisa memintanya kembali dan
harus rela melepaskan kesempatan yang ada di dalamnya. Lebih dari itu,
Anda
juga harus benar-benar berusaha mencapai target hasil dan target kerja
yang sudah Anda tetapkan sendiri, serta punya lasan sendiri, serta punya
alasan yang kuat mengapa Anda mengejarnya. Menetapkan target saja
tentu tidak akan memberikan hasil kepada Anda. Hal itu baru memberikan
orientasi kepada Anda. Dan, kalau tidak punya alasan yang kuat, Anda
akan mudah goyah begitu menghadapi satu-dua tantangan soal ini akan
dibahas lebih lanjut di Jurus #2)
Langkah #3
SIAPKAN DAN TAMBAH TERUS BANK NAMA PROSPEK ANDA
Inilah aset utama kita dalam menjalankan bisnis asuransi. Dan,
untungnya, prospek "bertebaran" di sekitar Anda dan menunggu bantuan
Anda. Karena itu, ketika Anda akan memulai, catatlah dalam buku khusus
semua nama orang yang Anda kenal lengkap dengan nomor telepon/handphone
mereka. Mulai dari saudara, kerabat, teman, hingga semua kenalan Anda.
Jangan pilih-pilih mana yang harus Anda masukan dalam bank nama Anda.
Juga jangan menebak-nebak bahwa si A atau si B sudah punya Asuransi
sehingga tidak Anda dimasukan. Tulis semuanya hingga tuntas, termasuk yang sudah tersimpan di phone book HP Anda.
Ketika berusaha mencatat semua nama, mungkin ada saatnya Anda merasa
tersendat, seolah-olah tidak tahulagi siapa yang harus Anda masukkan.
Kalau hal ini terjadi, jangan berhenti di situ. Bongkar semua "arsip"
Anda, entah itu kertas-kertas yang Anda tumpuk